Thursday, December 25, 2014

makalah narkoba

DAFTAR ISI

A.      BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar belakang
b.      Rumusan masalah
c.       Tujuan


B.      BAB II PEMBAHASAN
a.       Macam-macam narkoba dan akibat yang ditimbulkannya
b.      Bahaya narkoba terhadap remaja
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja memakai narkoba
d.      Upaya pencegahan dan penanganan


C.      BAB III PENUTUP
a.       Kesimpulan
b.      Kritik dan Saran





















BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
      Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
            Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata tersebut (NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.
            Obat-obatan yang ada dipasaran atau menurut saran dokter itu baik untuk kita gunakan dan bisa dibeli oleh masyarakat umum, merupakan obat yang legal atau sah. Namun ada kalanya tidak legal jika menggunakan obat-obat tersebut dengan cara yang tidak sesuai atau membelinya dari orang yang menjualnya secara illegal. Ketika orang berbicara mengenai  masalah penyalahgunaan obat, langsung tertuju pada Narkoba.
Narkoba Adalah obat atau bahan yang berbahaya bagi tubuh, nah zat adiktif yang terkandung dalam narkoba, dapat mempengaruhi perasaan, mood dan emosi bagi yang mengkonsumsinya.










B.     RumusanMasalah
1.      Apa definisi dari narkoba?
2.      Bagaimana pengaruh narkoba terhadap kehidupan remaja?
3.      Apa saja jenis-jenis narkoba?
4.      Apa saja akibat penggunaan narkoba dalam diri remaja?
5.      Apa saja faktor-faktor remaja menggunakan narkoba?
6.      Bagaimana cara menanggulangi penggunaan narkoba pada remaja?




C.    Tujuan
1.      Menambah wawasan remaja terhadap bahaya narkoba
2.      Untuk lebih mengetahui jenis-jenis narkoba dan akibat yang ditimbulkannya
3.      Memberikan kiat-kiat dan usaha-usaha tertentu agar remaja tidak terjerumus dalam segala bahaya narkoba
4.      Meningkatkan pelayanan untuk lebih memahami jiwa remaja
5.      Meningkatkan peran masyarakat untuk mencegah remaja menggunakan narkoba
6.      Dapat menjadikan refrensi remaja untuk bertindak
7.      Untuk memberikan pelayanan terbaik untuk bimbingan konseling pada remaja













BAB II
PEMBAHASAN


       Setelah kita mengetahui beberapa rumusan masalah yang telah ada maka kita akan membahas rumusan tersebut satu persatu.
       Hidup di zaman sekarang pastilah tidak mudah karena terdapat banyak halangan dan godaan yang selalu menerpa. Iman yang tidak kuat akan mudah sekali untuk diserang oleh hal-hal yang negatif terutama dalam hal narkoba dan seks.
       Banyak remaja yang menggunakan narkoba hanya untuk sekedar coba-coba atau mengikuti teman yang sudah memakainya, padahal bila sudah mencoba atau mencicipi sedikit saja akan menimbulkan efek yang besar yaitu kecanduan.
       Untuk itu kita perlu memahami dan mengetahui jenis-jenis narkoba itu sendiri dan semua akibat yang ditimbulkannya.
       Dalam bab ini kita akan membahas satu persatu masalah yang sudah dirumuskan dalam perumusan masalah yaitu :

A. Definisi Narkoba
Narkoba sebelumnya dikenal dengan istilah:
NAZA: Narkotika dan Zat Adiktif
NAPZA: Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif
NARKOBA di Indonesia merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat Berbahaya. Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya. Narkoba Adalah obat atau bahan yang berbahaya bagi tubuh, nah zat adiktif yang terkandung dalam narkoba, dapat mempengaruhi perasaan, mood dan emosi bagi yang mengkonsumsinya. Obat-obatan yang ada dipasaran atau menurut saran dokter itu baik untuk kita gunakan dan bisa dibeli oleh masyarakat umum, merupakan obat yang legal atau sah. Namun ada kalanya tidak legal jika menggunakan obat-obat tersebut dengan cara yang tidak sesuai atau membelinya dari orang yang menjualnya secara illegal.

B.     Macam-macam narkoba dan akibat yang ditimbulkannya
Macam –macam narkoba sangatlah banyak oleh karena itu kita akan membahas satu persatu yaitu :
1. Opiat / Opium
Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan Langsung oleh tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum di mana di dalam bubuk haram tersebut terkandung morfin yang sangat baik untuk menghilangkan rasa sakit dan kodein yang berfungsi sebagai obat antitusif.


2. Morfin
Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta isolasi opium dengan zat kimia tertentu untuk penghilang rasa sakit atau hipnoanalgetik bagi pasien penyakit tertentu. Dampak atau efek dari penggunaan morfin yang sifatnya negatif membuat penggunaan morfin diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan yang sama namun ramah bagi pemakainya.
3. Heroin
Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semisintatik dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan / kecanduan yang berlipat ganda dibandingkan dengan morfin. Heroin dipakai oleh para pecandunya yang bodoh dengan cara menyuntik heroin ke otot, kulit / sub kutan atau pembuluh vena.
4. Kodein
Kodein adalah sejenis obat batuk yang digunakan oleh dokter, namun dapat menyebabkan ketergantungan / efek adiksi sehingga peredarannya dibatasi dan diawasi secara ketat.
5. Opiat Sintetik / Sintetis
Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon, petidin dan dektropropoksiven (distalgesic) yang memiliki fungsi sebagai obat penghilang rasa sakit. Metadon berguna untuk menyembuhkan ketagihan pada opium / opiat yang berbentuk serbuk putih. Opiat sintesis dapat memberi efek seperti heroin, namun kurang menimbulkan ketagihan / kecanduan. Namun karena pembuatannya sulit, opiat buatan ini jarang beredar kalangan non medis.
6. Kokain / Cocaine Hydrochloride
Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta isolasi daun coca (erythoroxylon coca) yang dapat menjadi perangsang pada sambungan syaraf dengan cara / teknik diminum dengan mencampurnya dengan minuman, dihisap seperti rokok, disuntik ke pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa kecil, dan beragam metode lainnya.
Kenikmatan menggunakan kokain hanya dirasakan sebentar saja, yaitu selama 1 sampai 4 menit seperti rasa senang riang gembira, tambah pede, terangsang, menambah tanaga dan stamina, sukses, dan lain-lain. Setelah 20 menit semua perasaan enak itu hilang seketika berubah menjadi rasa lelah / capek, depresi mental dan ketagihan untuk menggunakannya lagi, lagi dan lagi sampai mati.
Efek psikologis atau mental spiritual yang dapat ditimbukan dari penggunaan kokain secara terus menerus adalah :
- Darah tinggi
- Sulit bobo / susah tidur
- Bola mata menjadi kecil
- Hilang nafsu makan / kurus
- Detak jantung jadi cepat
- Terbius sesaat, dan sebagainya
7. Ganja / Mariyuana / Kanabis
Mariyuana adalah tanaman semak / perdu yang tumbuh secara liar di hutan yang mana daun, bunga, dan biji kanabis berfungsi untuk relaksan dan mengatasi keracunan ringan (intoksikasi ringan).
Zat getah ganja / THC (delta-9 tetra hidrocannabinol) yang kering bernama hasis, sedangkan jika dicairkan menjadi minyak kanabasis. Minyak tersebut sering digunakan sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau yang disebut sebagai cimenk, cimeng, cimenx, joint, spleft, dan sebagainya.
Ganja dapat menimbulkan efek yang menenangkan / relaksasi. Orang yang baru memakai ganja atau mariyuana memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Mabuk / mabok dengan mata merah.
- Tubuh lemas dan lelah.
- Bola mata menjadi besar.
Bagi pengguna ganja alias mariyuana semua itu tidak masalah walaupun banyak menimbulkan efek buruk bagi fisik dan mental, yakni antara lain sebagai berikut ini :
- Kemampuan konsentrasi berkurang;
- Daya tangkap syaraf otak berkurang.
- Penglihatan kabur / berkunang-kunang.
- Pasokan sirkulasi darah ke jantung berkurang.
Yang penting bagi pecandu ganja adalah efek enak dan nikmat dunia yang semu seperti :
- Rasa gembira.
- Percaya diri / PD meningkat pesat.
- Peka pada suara.


C.     Bahaya narkoba terhadap remaja
     Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau putau menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.
     Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.
     Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.
Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.
Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.
Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.
            Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku.            Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang
terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.
D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja memakai narkoba
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan remaja memakai narkoba
  • Rendah diri,hiperaktif dan lekas bosan
  • Memberontak
  • Kurang percaya diri
  • Orang tua yang otoriter atau orang tua yang permisif
  • Disiplin sekolah kurang
  • Kurikulum sekolah yang kurang menarik
  • Banyak iklan minuman beralkohol dan rokok
  • Mudahnya memdapat Narkoba
  • Banyak pengangguran
  • Tingginya tingkat kemiskinan
E.     Upaya pencegahan dan penanganan
a.      Bagi remaja yang belum memakai
Bagi remaja yang belum memakai atau mencicipi sebaiknya lebih menguatkan iman agar jangan mudah terpengaruh untuk menggunakan atau mencicipi narkoba.
Orang tua dan masyarakat lingkungan sekitar hendaknya mengawasi apabila ada tingkah laku anak yang mencurigakan, memberikan pelajaran agama yang kuat kepada remaja dan selalu berkomunikasi dalam keadaan apapun.
Hanya itu yang dapat membantu remaja untuk tidak mudah terpengaruh dan tegoda untuk mencicipi ataupun memakai narkoba itu sendiri.
Hendaknya kita sebagai remaja di zaman sekarang tidakk mudah terpengaruh oleh godaan-godaan itu dan percayalah bahwa Tuhan selalu mengawasi dan melindungi kita dari segala apapun.
b.      Penanggulangan bagi remaja yang sudah pernah memakai atau mencicipi
     Bagi remaja yang sudah pernah menggunakan atau sudah pernah mencicipi janganlah berkecil hati karena apapun yang kamu lakukan pasti ada hikmah di balik itu semua dan jangan menganggap tidak ada orang yang menyayangi lagi karena orang yang mengenal anda sudahlah pasti menyayangi anda seperti apapun kondisi anda.










BAB IV
PENUTUP

a.      KESIMPULAN

       Remaja di zaman sekarang amatlah rentan terhadap godaan maka diperlukan suatu pengawasan yang ketat tetapi harus didasarkan kepercayaan pada diri remaja dan haru dikembangkan suatu komunikasi yang bagus antara orang tua, anak, maupun masyarakat, sehingga remaja dapat terpantau dengan baik dan teratur.
       Narkoba adalah salah satu ancaman terbesar bagi remaja karena di zaman sekarang ini ilmu pengetahuan, teknologi, dan rasa ingin tahu semakin tinggi, jadi remaja pada mulanya menggunakan naarkoba mungkin hanya coba-coba tetapi lewat coba-coba itu remaja sudah mulai terjerumus dengan dunia yang terlarang untuk dilakukan.
       Narkoba memang bermanfaat bagi ilmu kedokteran karena pengukuran dosis narkotika itu sudah ditentukan, bila digunakan secara sembarangan maka narkoba itu akan menimbulkan berbagai akibat bahkan dapat menyebabkan kematian.















b.      KRITIK DAN SARAN
       Penulis telah menjelaskan semua tentang narkoba dan remaja, semua yang dilakukan remaja pastilah menimbulkan suatu kritik tersendiri. Selain kritik penulis menemukan beberapa saran yang dapat dicontoh oleh remaja dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya.
       Adapun beberapa kritik dan saran yang akan disampaikan penulis yaitu          :
A.    Kritik
1.      Remaja sebenarnya tidak perlu menggunakan narkoba asalkan mereka memiliki iman yang kuat dan kecerdasan secara intelektual.
2.      Orang tua seharusnya mengawasi anak-anaknya dengan baik tetapi banyak diantara orangtua-orangtua yang menelantarkan anaknya sesukanya.
3.      Untuk apa semua ilmu yang diberikan kepada remaja tetapi semua ilmu itu tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari remaja.
4.      Lingkungan juga menentukan tingkah laku remaja jadi remaja tidak perlu menggunakan narkoba ketika mereka mempunyai lingkungan pergaulan yang bagus
5.      Keputusasaan menjadi alasan yang sering digunakan remaja tetapi jika keputusaan itu bisa mereka ubah maka mereka adalah orang-orang yang hebat tanpa perlu memakai narkoba
6.      Ucapan adalah hal yang paling menakutkan karena kadang-kadang remaja bisa dengan mudah terpengaruh hanya karena ucapan seorang teman atau orang lain
7.      Dunia maya terkadang juga menimbulkan keinginan dalam diri remaja untuk memulai mencoba-coba narkoba.



b.      Saran
1.      Selalu kuatkan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari godaan-godaan yang bersifat negatif
2.      Patuhi nasehat orangtua untuk selalu menjaga diri dan tidak berbuat hal yang aneh-aneh
3.      Sebaiknya orangtua memberi sanksi yang tegas untuk anak mereka yang telah melanggar peraturan
4.      Peliharalah komunikasi antar sesama agar tidak menimbulkan suatu kecurigaan tertentu
5.      Pergilah ke bimbingan konseling bila kalian mempunyai masalah yang tidak bisa ditangani sendiri, jangan pendam dalam hati karena bila terus dipendam maka akan menimbulkan keinginan untuk mulai mencoba-coba sesuatu yang berbau negatif
6.      Tetaplah berpikir positif dalam segala hal
7.      Jangan mudah putus asa agar tidak mudah terjerumus dalam hal-hal yang negatif
8.      Tetap percaya diri bahwa apa yang ada di dalam diri sendiri merupakan anugrah Tuhan yang perlu dijaga dan dikembangkan untuk lebih baik lagi.
9.      Pintar-pintarlah mencari teman sepergaulan dan pilihlah lingkungan yang baik untuk ditempati dan untuk dicontoh
10. Pikirlah terlebih dahulu segala hal yang akan dilakukan sehingga tidak menimbulkan suatu kesalahan dalam melakukan tindakan
11. Bila bosan atau sedang jenuh beristirahatlah sejenak atau melepaskan segala pikiran yang ada di otak
12. Lakukan hal-hal yang positif sesuai dengan minat dan bakat yang anda miliki
















DAFTAR PUSTAKA


No comments:

Post a Comment