Sunday, December 28, 2014

contoh proposal skripsi BAB I

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan Penjasorkes merupakan investasi jangka panjang dalam upaya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia, oleh karena itu jasmani dan olahraga terus ditingkatkan dan dilakukan dengan kesabaran dan keikhlasan. Hal itu tentu diperlukan suatu tindakan yang mendukung suatu pembelajaran yang kondusif. Penjasorkes yang diajarkan di SD memiliki peranan yang sangat penting, karena sebagai suatu proses pembinaan anak sejak usia dini, yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar. Tidak ada pendidikan yang tidak mempunyai sasaran pedagogis, dan tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa adanya Penjasorkes, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Sepakbola adalah salah satu jenis olahraga yang sangat digemari orang seluruh dunia. Olahraga ini sangat universal, selain digemari orang laki-laki olahraga ini juga digemari para perempuan tidak hanya tua muda bahkan anak-anak. Sejak tahun 1990 olahraga ini mulai digunakan untuk para wanita meskipun sebelumnya olahraga ini hanya diperuntukkan bagi kaum pria. Olahraga ini melibatkan 11 orang dalam satu timnya. Untuk menjadi pemenang dalam suatu pertandingan harus melawan satu tim lainnya. Pada saat di lapangan para pemain sepakbola memperebutkan sebuah bola untuk dimasukkan ke dalam gawang yang dijaga seorang penjaga gawang, (Haryadi, 2003: 35).
Olahraga sepakbola adalah olahraga dengan memperebutkan sebuah bola dilapangan dengan menggunakan kaki tetapi juga terlihat gaya-gaya permainannya dalam memperebutkan bola untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Olahraga sepakbola melibatkan banyak orang tentunya kerjasama tim yang baik sangat dibutuhkan selain teknik bermain yang baik. Olahraga sepakbola menjadi sangat menarik karena selain hanya memperebutkan sebuah bola dilapangan dengan menggunakan kaki tetapi juga terlihat gaya-gaya permainannya dalam memperebutkan bola untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
Oleh karena itu, olahraga sepakbola melibatkan banyak orang tentunya kerjasama team yang baik sangat dibutuhkan selain teknik bermain yang baik. Sepakbola bisa dilakukan oleh anak kecil, anak-anak, remaja, pemuda, orang dewasa, pria bahkan wanita. Sepakbola sungguh popular di mata masyarakat, dari pelosok desa hingga kota besar di seluruh dunia. Sepakbola merupakan olahraga yang simpel, sederhana dan murah, bahkan hampir tidak memerlukan  iaya. Namun bila pertandingan yang professional, olahraga ini biayanya bisa terbesar dari aneka cabang olahraga lainnya. Untuk mengelola dan menghidupi sebuah klub profesional sepakbola bisa memakan biaya milyaran rupiah. Di satu pihak sepakbola dikatakan hampir tidak memerlukan biaya, karena alat dan sarana yang dibutuhkan hanya satu benda bulat dan tanah lapang. Benda bulat yang disebut bola itu bisa bola yang mahal, bola karet, bola plastik. Untuk bermain anak-anak SD, bisa memodifikasi bola dengan menggunakan jeruk bali (keprok), jerami, kertas, serabut kelapa. Bila dikaji bersama pola permainan sepakbola Itu sederhana. Pola permainan hanya menyerang (attaction), mempertahankan (defention) dan menyusun posisi strategi. Membawa bola, menggiring bola, merebut bola, mempertahankan bola, mengecoh lawan, menendang bola sangat diperlukan oleh individu pemain untuk diterapkan dalam kerja sama antara pemain satu team dalam bermain sepakbola.  
Sepakbola dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Teknik passing (mengoper bola) dan dribbling (menggiring bola) adalah teknik-teknik yang harus di kuasai oleh pemain sepakbola. Passing adalah gerakan menendang bola dengan tujuan untuk mengumpan atau memberikan bola ke teman dalam permainan sepakbola. Dribbling adalah suatu gerakan membawa bola dengan menggunakan kaki untuk menuju daerah pertahanan lawan dan untuk mengelak penjagaan lawan. Ada beberapa cara dribbling bola yaitu dribbling bola menggunakan punggung kaki bagian dalam dan dribbling bola menggunakan punggung kaki bagian luar.
Pada saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan pelaksanaan kurikulum baru yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. Kebijakan itu ditandai dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara nasional. Kurikulum ini menjadi pedoman bagi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini terdapat Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Tujuan Pembelajaran dan materi pokok untuk masing-masing mata pelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman pada kurikulum tersebut, sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran, dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Penjasorkes di sekolah berisi materi-materi yang dapat dikelompokan menjadi aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, akuatik, uji diri, pendidikan luar kelas, permainan dan olahraga. Dalam materi permainan dan olahraga terdapat sub materi dasar-dasar bermain sepakbola yang harus diajarkan di kelas atas Sekolah Dasar.
Dalam Silabus Mata Pelajaran Penjasorkes untuk SD/MI, disebutkan bahwa Standar Kompetensi: “Mempraktikan berbagai variasi keterampilan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya”. Kompetensi Dasar: “Mempraktikan variasi keterampilan teknik dasar sepakbola yang dimodifikasi, serta nilai semangat, sportivitas, kerjasama, percaya diri dan kejujuran”. Diharapkan pembelajaran penjasokes berlangsung secara aktif dalam melibatkan semua ranah pendidikan yaitu afektif (sikap), psikomotor (ketrampilan fisik), dan kognitif (konsep).   
Kondisi SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, terletak di tengah perkotaan dengan halaman sekolah yang kurang luas dan cukup jauh dari lapangan olahraga, yang menyebabkan mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Berdasarkan kenyataan di atas, menyebabkan dalam menyampaikan sub materi dasar-dasar bermain sepakbola kurang maksimal karena keadaan. Idealnya jika melaksanakan pembelajaran dasar-dasar sepakbola harus di tanah lapang, supaya anak dalam melakukan pembelajaran sepakbola bisa maksimal dan meminimalkan anak mengalami cedera. Berdasarkan hasil pengamatan dalam proses pembelajaran yang dilakukan terhadap para siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, terlihat para siswa sangat semangat dalam bermain sepakbola. Siswa tampak semangat dan antusias sekali dalam bermain sepakbola, walau dalam hal penguasaan teknik terlihat belum maksimal. Pengusaan teknik dasar yang belum maksimal tersebut terlihat pada kemampuan dribbling dan short passed. Saat pelaksanaannya baik pada saat latihan maupun pertandingan siswa dalam melakukan menggiring bola siswa kurang bisa mengontrol laju bola yaitu kapan saat menggiring bola dengan cepat dan kapan saatnya menggiring bola dengan lambat sehingga bola sering terlepas.  Sedangkan pada saat mengoper bola terkadang kecepatan bola saat mengoper bola kurang terkontrol sehingga sering tidak tepat sasaran. Dalam hal prestasi tim sepakbola SD Negeri 2 Jampiroso, beberapa kejuaraan sepakbola telah diikuti. Untuk kejuaraan tingkat sekolah dasar baik dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten belum pernah mendapatkan juara. Tercatat di tahun 2010 dalam kejuaraan antar kecamatan hanya bisa sampai dibabak penyisihan grup selanjutnya di tahun 2011 hanya sampai di fase penyisihan grup. Sedangkan di tahun 2012 masih tetap sama langkah SD Negeri 2 Jampiroso terhenti di penyisihan grup. Prestasi yang minim ini disebabkan karena kurang bervariasinya model pembelajaran sepakbola yang diberikan kepada siswa, sehingga terkadang siswa menjadi jenuh.
Pada penelitian ini akan membahas tentang tingkat kemampuan siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, dalam melakukan dasar-dasar permainan sepakbola, khususnya kemampuan dasar short passed dan dribbling bola. Dalam melakukan tes akan dilaksanakan di tanah lapang, supaya anak bisa mengeluarkan kemampuannya dalam short passed dan dribbling bola secara maksimal. Dengan berbagai latar belakang di atas, penelitian ini difokuskan bahwa perlunya usaha untuk mengetahui tingkat kemampuan dasar short passed dan dribbling dalam permainan sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung .
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dapatdiidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:
1.      Penguasaan teknik-teknik dasar bermain sepakbola terlihat masih kurang baik.
2.      Kondisi halaman sekolah yang kurang luas.
3.      Letak sekolah dengan lapangan Sepakbola jauh.
4.      Variasi gerakan yang diberikan oleh guru penjas masih terlihat monoton.
5.      Belum diketahui kemampuan dribbling dan short passed  bola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
B.     Pembatasan Masalah
Mengingat keterbatas waktu, tenaga, biaya, kemampuan, dan supaya fokus maka penelitian ini dibatasi untuk mengetahui kemampuan dasar dribbling dan short passed bola dalam bermain sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah seperti tersebut di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Seberapakah kemampuan dasar dribbling dan short passed bola dalam bermain sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung ?”
D.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapakah kemampuan dasar dribbling dan short passed bola dalam bermain sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberi manfaat secara teoritis dan praktis, sebagai berikut :
1.      Manfaat Teoritis
Melalui tes diharapkan dapat mengetahui tingkat kemampuan dasar dribbling dan short passed bola dalam bermain sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi Guru
Dapat mengetahui hasil proses belajar mengajar para siswa terhadap pendidikan jasmani, khususnya pembelajaran sepakbola.
b.      Bagi Sekolah
Dapat mengetahui keefektifitasan dalam proses mengajar sehingga sekolah mampu mencapai tujuan prestasi yang dihararapkan.
c.       Bagi Siswa

Dapat memberikan gambaran bagi siswa tentang tingkat kemampuan dribbling dan short passed bola dalam bermain sepakbola.

1 comment:

  1. Playtech Casino Games - Mapyro
    The casino's games range from slots to live dealer tables. 양주 출장마사지 Playtech offers several varieties of 광양 출장마사지 table games and casino 동두천 출장샵 players an exciting 구미 출장마사지 mix 대전광역 출장안마 of fun

    ReplyDelete