BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pelaksanaan Penjasorkes merupakan
investasi jangka panjang dalam upaya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia, oleh
karena itu jasmani dan olahraga terus ditingkatkan dan dilakukan dengan
kesabaran dan keikhlasan. Hal itu tentu diperlukan suatu tindakan yang
mendukung suatu pembelajaran yang kondusif. Penjasorkes yang diajarkan di SD
memiliki peranan yang sangat penting, karena sebagai suatu proses pembinaan
anak sejak usia dini, yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat
langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga
dan kesehatan yang terpilih dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman
belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis
yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar. Tidak ada
pendidikan yang tidak mempunyai sasaran pedagogis, dan tidak ada pendidikan
yang lengkap tanpa adanya Penjasorkes, karena gerak sebagai aktivitas jasmani
adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara
alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Sepakbola adalah salah satu jenis
olahraga yang sangat digemari orang seluruh dunia. Olahraga ini sangat
universal, selain digemari orang laki-laki olahraga ini juga digemari para
perempuan tidak hanya tua muda bahkan anak-anak. Sejak tahun 1990 olahraga ini
mulai digunakan untuk para wanita meskipun sebelumnya olahraga ini hanya
diperuntukkan bagi kaum pria. Olahraga ini melibatkan 11 orang dalam satu
timnya. Untuk menjadi pemenang dalam suatu pertandingan harus melawan satu tim
lainnya. Pada saat di lapangan para pemain sepakbola memperebutkan sebuah bola
untuk dimasukkan ke dalam gawang yang dijaga seorang penjaga gawang, (Haryadi,
2003: 35).
Olahraga sepakbola adalah olahraga
dengan memperebutkan sebuah bola dilapangan dengan menggunakan kaki tetapi juga
terlihat gaya-gaya permainannya dalam memperebutkan bola untuk memasukkan bola
ke dalam gawang lawan. Olahraga sepakbola melibatkan banyak orang tentunya kerjasama
tim yang baik sangat dibutuhkan selain teknik bermain yang baik. Olahraga
sepakbola menjadi sangat menarik karena selain hanya memperebutkan sebuah bola
dilapangan dengan menggunakan kaki tetapi juga terlihat gaya-gaya permainannya
dalam memperebutkan bola untuk memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
Oleh karena itu, olahraga sepakbola
melibatkan banyak orang tentunya kerjasama team yang baik sangat dibutuhkan
selain teknik bermain yang baik. Sepakbola bisa dilakukan oleh anak kecil,
anak-anak, remaja, pemuda, orang dewasa, pria bahkan wanita. Sepakbola sungguh
popular di mata masyarakat, dari pelosok desa hingga kota besar di seluruh
dunia. Sepakbola merupakan olahraga yang simpel, sederhana dan murah, bahkan
hampir tidak memerlukan iaya. Namun bila
pertandingan yang professional, olahraga ini biayanya bisa terbesar dari aneka
cabang olahraga lainnya. Untuk mengelola dan menghidupi sebuah klub profesional
sepakbola bisa memakan biaya milyaran rupiah. Di satu pihak sepakbola dikatakan
hampir tidak memerlukan biaya, karena alat dan sarana yang dibutuhkan hanya
satu benda bulat dan tanah lapang. Benda bulat yang disebut bola itu bisa bola
yang mahal, bola karet, bola plastik. Untuk bermain anak-anak SD, bisa
memodifikasi bola dengan menggunakan jeruk bali (keprok), jerami, kertas,
serabut kelapa. Bila dikaji bersama pola permainan sepakbola Itu sederhana.
Pola permainan hanya menyerang (attaction),
mempertahankan (defention) dan
menyusun posisi strategi. Membawa bola, menggiring bola, merebut bola, mempertahankan
bola, mengecoh lawan, menendang bola sangat diperlukan oleh individu pemain
untuk diterapkan dalam kerja sama antara pemain satu team dalam bermain
sepakbola.
Sepakbola dilakukan dengan keterampilan
lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan
kecepatan dan ketepatan. Teknik passing
(mengoper bola) dan dribbling
(menggiring bola) adalah teknik-teknik yang harus di kuasai oleh pemain
sepakbola. Passing adalah gerakan
menendang bola dengan tujuan untuk mengumpan atau memberikan bola ke teman
dalam permainan sepakbola. Dribbling
adalah suatu gerakan membawa bola dengan menggunakan kaki untuk menuju daerah
pertahanan lawan dan untuk mengelak penjagaan lawan. Ada beberapa cara dribbling bola yaitu dribbling bola menggunakan punggung kaki
bagian dalam dan dribbling bola menggunakan
punggung kaki bagian luar.
Pada saat ini pemerintah telah
menerapkan kebijakan pelaksanaan kurikulum baru yang disesuaikan dengan
tuntutan jaman. Kebijakan itu ditandai dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) secara nasional. Kurikulum ini menjadi pedoman bagi
guru dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan ini terdapat Standar Kompetensi (SK), Kompetensi
Dasar (KD), Indikator, Tujuan Pembelajaran dan materi pokok untuk masing-masing
mata pelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman
pada kurikulum tersebut, sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar
kompetensi pada masing-masing mata pelajaran, dan tujuan dari pembelajaran
tersebut dapat tercapai. Penjasorkes di sekolah berisi materi-materi yang dapat
dikelompokan menjadi aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik,
akuatik, uji diri, pendidikan luar kelas, permainan dan olahraga. Dalam materi
permainan dan olahraga terdapat sub materi dasar-dasar bermain sepakbola yang
harus diajarkan di kelas atas Sekolah Dasar.
Dalam Silabus Mata Pelajaran Penjasorkes
untuk SD/MI, disebutkan bahwa Standar Kompetensi: “Mempraktikan berbagai
variasi keterampilan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan
peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya”.
Kompetensi Dasar: “Mempraktikan variasi keterampilan teknik dasar sepakbola
yang dimodifikasi, serta nilai semangat, sportivitas, kerjasama, percaya diri
dan kejujuran”. Diharapkan pembelajaran penjasokes berlangsung secara aktif
dalam melibatkan semua ranah pendidikan yaitu afektif (sikap), psikomotor
(ketrampilan fisik), dan kognitif (konsep).
Kondisi SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung, terletak di tengah perkotaan dengan halaman sekolah yang
kurang luas dan cukup jauh dari lapangan olahraga, yang menyebabkan mengalami
kendala dalam memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani.
Berdasarkan kenyataan di atas, menyebabkan dalam menyampaikan sub materi
dasar-dasar bermain sepakbola kurang maksimal karena keadaan. Idealnya jika
melaksanakan pembelajaran dasar-dasar sepakbola harus di tanah lapang, supaya
anak dalam melakukan pembelajaran sepakbola bisa maksimal dan meminimalkan anak
mengalami cedera. Berdasarkan hasil pengamatan dalam proses pembelajaran yang
dilakukan terhadap para siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung, terlihat para siswa sangat semangat dalam bermain
sepakbola. Siswa tampak semangat dan antusias sekali dalam bermain sepakbola,
walau dalam hal penguasaan teknik terlihat belum maksimal. Pengusaan teknik
dasar yang belum maksimal tersebut terlihat pada kemampuan dribbling dan short passed.
Saat pelaksanaannya baik pada saat latihan maupun pertandingan siswa dalam
melakukan menggiring bola siswa kurang bisa mengontrol laju bola yaitu kapan
saat menggiring bola dengan cepat dan kapan saatnya menggiring bola dengan
lambat sehingga bola sering terlepas. Sedangkan pada saat mengoper bola terkadang
kecepatan bola saat mengoper bola kurang terkontrol sehingga sering tidak tepat
sasaran. Dalam hal prestasi tim sepakbola SD Negeri 2 Jampiroso, beberapa
kejuaraan sepakbola telah diikuti. Untuk kejuaraan tingkat sekolah dasar baik
dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten belum pernah mendapatkan juara.
Tercatat di tahun 2010 dalam
kejuaraan antar kecamatan hanya bisa sampai dibabak penyisihan grup selanjutnya
di tahun 2011 hanya sampai di fase penyisihan grup. Sedangkan di tahun 2012
masih tetap sama langkah SD Negeri 2 Jampiroso terhenti di penyisihan grup. Prestasi
yang minim ini disebabkan karena kurang bervariasinya model pembelajaran
sepakbola yang diberikan kepada siswa, sehingga terkadang siswa menjadi jenuh.
Pada penelitian ini akan membahas
tentang tingkat kemampuan siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung, dalam melakukan dasar-dasar permainan sepakbola,
khususnya kemampuan dasar short passed
dan dribbling bola. Dalam melakukan
tes akan dilaksanakan di tanah lapang, supaya anak bisa mengeluarkan
kemampuannya dalam short passed dan dribbling bola secara maksimal. Dengan
berbagai latar belakang di atas, penelitian ini difokuskan bahwa perlunya usaha
untuk mengetahui tingkat kemampuan dasar short
passed dan dribbling dalam
permainan sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan
Temanggung, Kabupaten Temanggung .
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang
telah diuraikan di atas dapatdiidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:
1. Penguasaan
teknik-teknik dasar bermain sepakbola terlihat masih kurang baik.
2. Kondisi
halaman sekolah yang kurang luas.
3. Letak
sekolah dengan lapangan Sepakbola jauh.
4. Variasi
gerakan yang diberikan oleh guru penjas masih terlihat monoton.
5. Belum
diketahui kemampuan dribbling dan short passed bola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso
Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
B.
Pembatasan
Masalah
Mengingat keterbatas waktu, tenaga,
biaya, kemampuan, dan supaya fokus maka penelitian ini dibatasi untuk mengetahui
kemampuan dasar dribbling dan short passed bola dalam bermain
sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung.
C.
Perumusan
Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah seperti
tersebut di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut: “Seberapakah kemampuan dasar dribbling
dan short passed bola dalam bermain
sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung ?”
D.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui seberapakah kemampuan dasar dribbling dan short passed
bola dalam bermain sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan
Temanggung, Kabupaten Temanggung.
E.
Manfaat
Penelitian
Penelitian ini memberi manfaat secara
teoritis dan praktis, sebagai berikut :
1. Manfaat
Teoritis
Melalui tes diharapkan dapat mengetahui
tingkat kemampuan dasar dribbling dan
short passed bola dalam bermain
sepakbola siswa kelas atas SD Negeri 2 Jampiroso Kecamatan Temanggung,
Kabupaten Temanggung
2. Manfaat
Praktis
a. Bagi
Guru
Dapat mengetahui hasil proses belajar
mengajar para siswa terhadap pendidikan jasmani, khususnya pembelajaran
sepakbola.
b. Bagi
Sekolah
Dapat mengetahui keefektifitasan dalam
proses mengajar sehingga sekolah mampu mencapai tujuan prestasi yang
dihararapkan.
c. Bagi
Siswa
Dapat memberikan gambaran bagi siswa
tentang tingkat kemampuan dribbling
dan short passed bola dalam bermain
sepakbola.
Playtech Casino Games - Mapyro
ReplyDeleteThe casino's games range from slots to live dealer tables. 양주 출장마사지 Playtech offers several varieties of 광양 출장마사지 table games and casino 동두천 출장샵 players an exciting 구미 출장마사지 mix 대전광역 출장안마 of fun